Kajian Teori Pupuk Alam dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemupukkan Sebagai Upaya Peningkatan Produksi dan Mutu Hasil Pertanian

Perkembangan jaman, belakangan ini banyak ditemukan berbagai permasalahan akibat kesalahan manajemen di lahan pertanian, yaitu pencemaran oleh pupuk kimia   dan   pestisida kimia akibat pemakaian bahan – bahan tersebut secara berlebihan dan berdampak terhadap penurunan kualitas lingkungan dan kesehatan manusia sebagai akibat dari tercemarnya bahan–bahan sintesis tersebut. Hal ini merupakan hambatan bagi peningkatkan produksi pertanian baik secara mutu kualitas maupun kuantitas.

Ketahanan pangan dapat terjaga apabila unsur utama yaitu pertanian dan petani mendapatkan tempat prioritas dalam pembangunan nasional. Sehingga “Pertanian Prioritas, Ketahanan Pangan Terjaga”, bukan dibalik…

Masyarakat sudah banyak yang menyadari tentang efek negatif dari penggunaan bahan – bahan kimia, seperti pupuk dan pestisida kimia sintetis serta hormon tumbuh dalam produksi pertanian terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

Pembatasan akses terhadap pupuk subsidi, serta kenaikan harga pupuk merupakan faktor pemicu penambah beban petani dalam pengeluaran biaya sarana produksi dalam usahatani, sehingga petani dapat beralih pada penggunaan pupuk yang lebih murah, namun tetap memberikan manfaat terbaik bagi tanaman, misalnya dengan pembuatan pupuk bokasi yang menitik beratkan pada usahatani dalam membangun kesuburan tanah.

Secara ideal tanaman selama proses hidupnya akan tumbuh dengan sehat dan memiliki hasil yang optimal, maka wajib tersedia unsur hara tanah dalam jumlah, proporsi dan bentuk yang tepat pada waktu yang tepat. Unsur hara primer digunakan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif besar, terdapat dalam pupuk (Nitrogen, Fosfor dan Kalium) atau pupuk N-P-K. Menilik dari kebiasaan petani pada umumnya penggunaan pupuk anorganik adalah upaya yang dilakukan guna menutupi kekurangan unsur hara tanah, namun demikian dampak dari adanya penurunan kesuburan tanah akibat cara budidaya yang terus menerus oleh petani akan terbawa pada hasil panen.

Tabel 1. Perbedaan pupuk organik dan pupuk kimia

Aplikasi pupuk organik menghasilkan akumulasi bahan organik tanah yang lebih tinggi dan aktivitas biologis karena peningkatan produksi biomassa tanaman dan kembalinya bahan organik ke tanah dalam bentuk akar yang membusuk, serasah dan sisa tanaman.

Secara umum fungsi dari pemberian pupuk antara lain adalah dapat memengaruhi sifat fisik tanah seperti stabilitas agregat, kapasitas menahan air, porositas, laju infiltrasi, konduktivitas hidrolik dan bulk density akibat peningkatan bahan organik tanah dan kandungan organik tanah.

Komponen bahan organik tanah seperti molekul humat dan polisakarida meningkatkan stabilitas agregat dengan mengikat partikel mineral ke dalam agregat dan mengurangi kerentanannya terhadap erosi oleh angin atau air, oleh karena itu, Jenis dan kadar pupuk serta faktor lain yang diterapkan pada tanaman sangat penting dalam produksi tanaman dan berperan penting dalam sistem tanam.

Tabel 2. Unsur hara pada pupuk kandang dalam persen (%)

Pupuk Alam Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki kesuburan tanah adalah dengan melakukan pemupukan menggunakan pupuk Alam, semisal adalah kandungan unsur hara dalam pupuk kandang tidak terlalu tinggi, tetapi jenis pupuk ini mempunyai lain yaitu dapat memperbaiki sifat – sifat fisik tanah seperti permeabilitas tanah, porositas tanah, struktur tanah, daya menahan air dan kation – kation tanah. Jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung di dalamnya sangat bervariasi karena terkandung secara alami tanpa campur tangan manusia.

Pupuk alam sangat penting untuk tanah, seiring waktu, karena rusak dan terurai, ia memperbaiki struktur tanah dan kemampuannya untuk mempertahankan unsur hara. Hal ini dapat meningkatkan kualitas tanah, menjadikannya ideal untuk budidaya tanaman yang berkelanjutan. Sebagian besar batuan fosfat digunakan untuk menghasilkan pupuk P terlarut, tetapi beberapa digunakan untuk aplikasi langsung ke tanah. Meskipun batuan fosfat dapat menjadi sumber P yang berharga bagi tanaman, namun tidak selalu tepat untuk aplikasi langsung.

Tabel 3. Standar Kualitas Pupuk Organik Menurut Kementerian Pertanian

Lab memperkirakan efektivitas batuan fosfat untuk aplikasi langsung dengan melarutkan batuan dalam larutan yang mengandung asam encer untuk menyimulasikan kondisi tanah. Sumber yang diklasifikasikan sebagai ‘‘sangat reaktif‘‘ adalah yang paling cocok untuk aplikasi tanah langsung.

Apabila dilaksanakan secara konsisten secara terus menerus, maka hal tersebut menandai berkembangnya usaha pertanian dengan menggunakan pupuk organik dengan tujuan mempertahankan kesuburan tanah dalam rangka meningkatkan kebutuhan pangan, produktivitas secara berkelanjutan serta berpotensi besar dalam meningkatkan pendapatan usahatani.

Indonesia mempunyai kesempatan yang sangat besar dalam pengembangan pertanian organik, karena nilai tambah yang akan dicapai dalam pengembangan pertanian organik lebih tinggi dibandingkan dengan pertanian anorganik. Hal ini mengacu kepada ketersediaan pangan yang cukup, kualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat maka pengembangan pertanian organik adalah salah satu pilihan yang tepat dalam menunjang ketahanan pangan lokal (local food security).

Penulis : Tito Sumarsono, SP, MM – Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Muda Sumber : diolah berbagai sumber

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai